Upaya Dalam Mewujudkan Kuota Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

Seiring berkembangnya jaman maka kondisi pekerja juga menjadi beragam. Sudah bukan pemandangan yang aneh apabila di hari buruh, para pekerja berbondong-bondong melakukan Long March untuk menyampaikan hak mereka sebagai pekerja yang mana aksi ini diikuti oleh sejumlah pekerja yang berasal dari berbagai kalangan termasuk penyandang disabilitas cek refrensi kami.

Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa mereka—para penyandang disabilitas juga menuntut hak yang sama dengan pekerja yang tidak termasuk disabilitas. Bila mengikuti Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 6 Tahun 2003 No. 13 maka sudah menjadi syarat mutlak bahwa sebuah perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap pekerja, baik itu pekerja yang tidak disabilitas maupun penyandang disabilitas.

Selain itu, di lapangan kerja sendiri, jumlah kuota penyandang disabilitas sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Negara, dengan perhitungan sebanyak 2% untuk perusahaan pemerintah dan setidanya 1% untuk perusahaan swasta dalam memberikan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas. Oleh karena, tidak banyak perusahaan yang mengetahui ini maka seringkali Undang-Undang ini tidak berlaku secara optimal karena masih banyak perusahaan yang tidak menyerap penyandang disabilitas dengan baik dikarenakan memandang dari segi keterbatasan fisik mereka. Beberapa kasus yang terjadi adalah, pemilik perusahaan menilai bahwa penyandang disabilitas sebagai penghalang dan penghambat berkembangnya perusahaan.

Masalah lainnya adalah kesempatan bekerja bagi penyandang disabiltas termasuk kecil karena penyandang disabilitas yang duduk di usia produktif jarang mendapatkan pelatihan yang mumpuni untuk menyongsong keahlian mereka sebagai bekerja. Bahkan untuk peluang yang ditawarkan hanya ditunjukkan kepada penyandang disabilitas tertentu. Padahal jika menilik dari sudut pandang penyandang disabilitas, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penyandang disabilitas salah satunya adalah yang bisa diterapkan dalam dunia garment seperti finishing dan packing. Kedua jenis pekerjaan ini termasuk pekerjaan yang mudah dilakukan pagi Daksa dan Tuli, mereka memiliki kompetensi yang sangat baik dalam melakukan kedua pekerjaan ini, banyak juga Daksa yang melakukan pelatihan menjahit sehingga keterampilan mereka sangat berarti untuk usaha garmen ke depannya.